Kemarin

Standard

a poetry made by Nadya Gusnita Sari

aku yang kini rajin mengutuki diri sendiri
aku yang kini menyesali
aku yang salah membuka hati

jejakmu belum hilang dimakan waktu
hujan deras semalam gagal menghapuskannya
terik matahari siang kemarin tak berhasil membuatnya menguap lalu menghilang
hatiku terhenti pada hatimu yang beku

aku masih terlena dengan suguhanmu
suguhan peluk yang kau tawarkan kemarin
bersamaan dengan secangkir teh yang terlanjur dingin
sedingin jemariku yang kau genggang pula saat itu

senja sudah mengantarku kembali ke rumah
rumah yang kelak akan kau tinggali juga, bukan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s